Playboy Bunny Blue

Rabu, 05 Maret 2014

KENANGAN TERINDAH



KENANGAN TERINDAH
Hati ini mulai tak gembira lagi ketika dia mulai menjahui ku karena seseorang lain yang kamu anggap lebih baik dariku, hati ini terasa sakit ketika aku mulai mendengar kabar-kabar buruk tentang dia yang selalu berusaha memberitahuku tentang kejelekannya.
                Awalnya aku tidak memperdulikan tentang semua omong kosong yg memberitakanmnya, tapi lama kelamaan aku mulai memberanikan diri untuk menyelidiki langsung tentang semua omongan yang membicarakanmu, tak ku sangka ternyata semuanya itu benar ketika aku mengetahui kemesraan mu tantang nya “kenapa kamu melakukan ini pada ku,apa salah ku padamu? aku tau aku tak sempurna tapi aku mempunyai hati yang harus di hargai.” kata ku padamu sambil mengelus dada yang seakan-akan tidak percaya smua ini terjadi , tetapi ia hanya diam .
                “PUTUS” kata itu yang aku lontarkan kepadamnya, aku tak percaya semua ini bisa terjadi pada kisah ku. Tapi aku mencoba untuk tegar dan tidak memperlihatkan rasa sedih ini pada semua orang terutama sama dia orang yang menyakitiku.
                2,3 bulan aku lalui tanpamu, tanpa orang yang selalu membuatku tersenyum dulu. Tapi yang membuatku masih bisa sedikit tersenyum adalah walaupun kita sudah tak ada ikatan lagi tapi kita masih masih berhubungan denga baik.
                Semenjak kamu putus dengan ku , aku mendengar kabar kalau kamu sering gonta ganti pasangan, dan kasus putusnya pun sama semua.
                Walaupun aku sudah lama tidak bersama mu lagi tapi aku kamu masih terekam jelas di otak ku. Aku tahu aku sangat bodoh yang masih mengingatmu  yang telah membuatku berantakan aku pun tau kau tak mengingatku lagi tapi sekarang aku mulai mncoba melupakanmu. Tapi  satu yang masih aku ketahui dalam hidupku dan akan aku abadikan yaitu ini adalah KENANGAN TERINDAH...

Rabu, 26 Februari 2014

Mimpi Tentang Surga



       Pada waktu perang Badar, Khaisima seorang kakek-kakek dan putranya berebut untuk pergi ke medan perang. Karena keduanya memiliki semangat yang berkobar untuk berjuang di jalan Allah, maka keduanya membuat undian siapa yang harus berangkat ke medan perang.
Ternyata putranya Khaisimalah yang beruntung, memenangkan undian tersebut. Lantas ia bersama Rasulullah menuju Badar. Anak muda itu akhirnya menjadi syahid.
Beberapa saat sebelum perang Uhud berkobar, Khaisima bermimpi melihat putranya bermain dan bersuka ria di sebuah taman indah di dalam surga. Dia seolah-olah melihat anak kesayangannya itu memetik buah-buahan sembari sesekali memandangi air jernih yang mengalir di depannya. Dalam mimpinya itu, sang anak bertanya kepada Khaisima ayahnya: “Ayah! Ananda disini sekarang. Rupanya janji Allah telah terbukti bagi Ananda sekarang. Mari Ayah, marilah ikuti Ananda!”
Saat bangun pagi, seketika Khaisima tersentak, hatinya gelisah, kemudian ia datang menghadap Rasulullah saw, memohon agar dimasukkan dalam daftar pasukan untuk pergi berperang ke bukit Uhud, “Ya Rasulullah!, aku telah tua, tulangku telah mulai rapuh dan aku ingin sekali menjumpai Tuhanku. Bawalah aku serta, ya Rasulullah dan do’akan agar aku pun mendapat syuhada sebagaimana anakku dan hidup bersamanya di surga.” Demikian permintaan Khaisima pada Rasulullah saw. tanpa sedikit pun keraguan di hatinya.
Dengan rasa terharu, Rasulullah mengangkat tangannya ke langit, mendo’akan sang Khaisima tua agar permohonannya yang tulus dan ikhlas itu terkabul. Maka berperanglah Khaisima yang telah tua renta itu dengan gagah berani hingga menjumpai syahidnya. Subhanallah
Cerpen Karangan: Aldi Rahman Untoro
Facebook: Aldi Rahman Untoro

tuhan bersifat wujud (ada)







       Ada sebuah kisah menarik yang mengisahkan tentang pertemanan Ulama dengan seorang Atheis. Dalam setiap pertemuan, hampir pasti terjadi polemik sengit keduanya. Apa yang diperdebatkan? Ternyata keduanya adu debat tentang keberadaan Tuhan. Benarkah Tuhan itu benar-benar ada (Wujud) ataukah hanya sesuatu yang maya dan imajinatif saja.
      Si Ulama memang ‘ainul yaqin bahwa Tuhan ada. Sebaliknya, si Atheis justru berkeyakinan Tuhan itu tidak pernah ada, hanya diada-adakan oleh orang yang tak yakin terhadap kapabilitas dirinya. Hanya rekaan orang yang tak mampu menghadapi realitas hidup dan oleh karenanya lantas melarikan diri dari kenyataan membawa diri dalam dunia maya, dunia rekaan, yang hakekatnya tidak pernah ada.
       Jika si Ulama yakin betul bahwa alam semesta ini ada, wujud, eksis, memang karena diciptakan Tuhan, maka sang Atheis ngeyel (menolak habis-habisan) bahwa alam ini bukan diciptakan oleh siapa-siapa, tetapi ada dengan sendirinya, terwujud dengan semestinya. Dari hari ke hari setelah adu debat dan memberikan argumentasi, keduanya tak kunjung menemui titik temu. Di tengah kejenuhan itu, si Atheis berkata: “Aku akan percaya jika kau dapat memberi alasan dan bukti.” Si Ulama menjawab, “Baiklah, kita ketemu lagi besok di tempat ini, dan waktu tepat seperti ini. Aku akan memberi bukti bahwa Tuhan memang benar-benar ada.”
       Akhirnya keduanya berpisah, namun berjanji untuk ketemu lagi. Esok harinya, di tempat yang sama pada waktu yang sama pula, sang Atheis telah datang lebih awal. Namun, setelah di tunggu, anehnya si Ulama tak kunjung muncul. Dengan hati yang sebel, dongkol, kesal bercampur aduk, si Atheis mulai curiga bahwa si Ulama tidak mendapatkan bukti untuk mendukung argumentasinya, dan oleh karenanya tidak berani nongol.
       Setelah satu dua jam menunggu, si Ulama tidak kunjung muncul. Si Atheis akan beranjak pergi, tetapi saat itulah muncul si Ulama dan berkata: “Tunggu sobat, jangan keburu pergi,” serunya. Si Atheis menghentikan langkah, menoleh, lantas bertanya dengan nada kesal, “Kenapa begitu lama? Bukankah kita sepakat berjumpa dalam tempat dan waktu yang sama?” Mendengar serentetan pertanyaan itu, si Ulama menjawab kalem, “Maafkan saya sobat. Saya terlambat karena di tengah perjalanan tadi saya melihat sebuah keanehan yang luar biasa menakjubkan.”
        Mendengar jawabann serius itu, kekesalan si Atheis sirna, digantikan dengan rasa penasaran yang luar biasa. Si Atheis lantas bertanya, “keanehan apa” “Begini sobat,” kata si Ulama, “Ketika menuju kesini tadi, saya melihat sebuah pohon kayu tiba-tiba roboh sendiri.” “Lalu?” tanya si Atheis masih penasaran. “Lalu, pohon kayu itu terbelah sendiri, secara otomatis menjadi potongan papan.” “Lantas?” tanya si Atheis tak sabar. “Lantas, papan tadi tersusun sendiri, menjadi meja dan kursi.”
        Mendengar cerita sang Ulama, si Atheis tersenyum kecut, sambil menimpali, “Mana mungkin ada pohon kayu roboh sendiri tanpa sebab? Mana mungkin ada sebuah pohon terpotong-potong sendiri menjadi papan, tanpa ada yang menggergaji? Mana mungkin pula ada papan menjadi meja dan kursi dengan sendirinya? Sudah pasti ada yang menyusunnya dan membuat semua itu.”
        Mendengar sangkalan beruntun dari si Atheis, sang Ulama tersenyum, lantas bertanya, “Kalau begitu mungkinkah alam semesta, bumi dan segala isinya ada dengan sendirinya, persis seperti perkataan anda? Ketahuilah sobat, alam semesta ini tentu pula ada yang membuatnya. Dia-lah yang awal dari segala yang awal. Dia-lah apa yang disebut Tuhan.” Demi mendengar ucapan itu, si Atheis terperanjat, melongo dan rasionya membenarkan argumentasi dan bukti-bukti sang Ulama.

Cerpen Karangan: Aldi Rahman Untoro
Facebook: Aldi Rahman Untoro

 http://cerpenmu.com/cerpen-islami-religi/tuhan-bersifat-wujud-ada.html
 www.madmoizelle.com

Rabu, 19 Februari 2014

true love



TRUE LOVE
Karya Dina Pertiwi

Cinta sejati. Apakah kalian percaya akan itu? Akan "Cinta Sejati" yang konon katanya dimiliki oleh semua orang? Cinta yang katanya sangat indah dan menyenangkan? Mitos cinta sejati yang terus menerus melolong dihatiku.
***

Kupandangi bingkai biru di tepi tempat tidurku. Aku tersenyum menatap benda yang ada didalam bingkai itu.

Bukan sebuah foto ataupun lukisan. Hanya sebuah kertas lusuh. Kertas catatan PKN yang aku robek dari buku miliknya 2 tahun lalu saat perpisahan SMP. Dia sama sekali tidak tahu aku merobek buku catatanya. Bahkan, mungkin dia tidak mengenalku. Aku hanya satu dari ratusan penggemarnya di sekolah.

Dia bukan artis. Dia adalah siswa tampan dan cerdas di sekolahku. Dia kaya dan pintar dalam bidang olahraga. Sifatnya yang cuek justru menjadi daya tarik bagi para kaum hawa, termasuk aku. Tapi, bisa dibilang, aku tidak terlalu menunjukkan diri bahwa aku menyukainya. Terbukti. Aku tidak pernah menyapa ataupun menegurnya. Aku menyukainya lewat diam.

Bahkan, robekan catatan PKN itu aku ambil diam- diam untuk kenang- kenanganku karena aku tahu dia akan melanjutkan study ke L.A.

Aku kembali tersenyum manis saat melihat robekan catatan itu. Orang bilang, apapun itu, jika memang jodoh, maka dia akan kembali lagi dan lagi. Dan aku percaya dia akan kembali kulihat.

Aku mengeluarkan kertas itu dari bingkainya. Kupeluk- peluk dan kubelai. Ku ajak tertawa dan tersenyum.

Gila. Konyol memang. Setelah puas dengan kegiatanku itu, aku meletakkan kertas itu di atas meja belajarku. Dan...
Syuuuut...
Angin bertiup menerbangkan kertas kenangan itu keluar jendela dan jatuh dipekarangan. Dengan sigap aku keluar rumah dan mengejar kertas itu. Itu adalah satu- satunya milikku yang mampu membuatku mengingatnya.

Saat aku hampir mendapatkanya, angin kembali meniupnya menjauhiku. Argh! Angin ini! Batinku kesal.

Aku kembali mengejar kertas itu. Dan saat aku hampir mendapatkannya kembali...
"Argh!! Sial banget sih?! Malah keinjek lagi!" seruku kesal saat tahu kertas itu di injak seseorang. Orang itu mengambil kertas yang ada di injakannya itu. Aku masih menatap jalanan berdebu dengan kesal.
"Jadi, daritadi kamu ngejar kertas ini ya?" ucap orang itu. Suara bariton yang ku kenal. Ku tengadahkan kepalaku menatap wajah dari si pemilik suara.

DEG!!!
Di... Diakan? Diakan pemilik kertas itu sebenarnya? Vigo. Cowok tampan, keren dan pintar itu... Bagaimana bisa?
"Ma... af. Aku ngerobek kertas itu...."
"gapapa kok Dina. Beneran deh gapapa. Karena, aku juga udah foto kamu diam- diam waktu itu." akunya padaku. Dia... Tau namaku?
"foto?! Diem- diem?"
"Lebih baik, kita nostalgianya ditaman aja deh." ucapnya sambil menarik tanganku ke taman.
***

Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Fotoku ada dalam dompet Vigo?
"Aku dulu suka banget sama kamu Dina. Karena, kamu itu satu- satunya cewek yang gak pernah negur aku. Kamu cuek dan aku suka itu." ucapnya sambil tersenyum.
"Dulu, aku berharap bisa kenal dan pacaran sama kamu. Tapi, dekat kamu aja aku udah gemetaran, apalagi ngobrol sama kamu..." ucap Vigo lagi. Lalu dia menatap robekan kertas itu.
"Aku tau kok, kamu ngerobek kertas ini. Cuma aku pura- pura gatau aja. Aku seneng banget waktu kamu robek kertas ini. Karena itu artinya, kamu juga suka sama aku. Iyakan?" ucapnya yang membuatku tersipu malu.
"Ikh... Kok diem aja?" ujarnya sambil mencubit pipiku pelan.
"aku bingung mau ngomong apa..."
"Kamu percaya mitos True Love gak?"
"True Love? Emang ada?" tanyaku.
"mulanya, aku juga gak percaya. Tapi malem ini aku percaya. True Love aku udah aku temuin lagi. Aku suka kamu." ucapnya sambil natap bintang.
"udah jam 12 belom?" tanyanya.
"udah. Udah jam 12 tepat."
"Happy Birthday Dina :). Will you be My True Love?"

Apakah dia menyatakan perasaannya. Tanpa sadar, aku mengucapkan
"yes. I will."
***

Percaya atau tidak, itulah faktanya. True love akan datang. Sejauh dan sesulit apapun, Cinta Sejati akan mencari jalan lagi dan lagi untuk kita temukan. :)

PROFIL PENULIS
Nama: Dina Pertiwi
Tempat lahir: Sumut
Tanggal lahir: 22 Agustus 1996
Add fb: dinapertiwi69@ovi.com
Follow twitter: @dinapertiw1_

source http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-romantis-terbaru-update.html