Playboy Bunny Blue

Rabu, 13 November 2013

12 angka yag merubah hidupku



12 angka yang mengubah hidupku
Hanya nomor  hp biasa awalnya tapi siapa kira, karena nomor hp ini aku bisa mengenal nya lebih dekat.
               Awalnya aku sangat enggan untuk mengirim pesan singkat ke nomor ini, ya karena mungkin sifat cuek dari pemilik nomor hp ini. Aku tidak mengada-ada, buktinya ketika aku mengirim pesan 1 singkat, dia hanya menjawab “ya” . Benar-benar kalau tidak karena urusan osis aku tidak mau dan tidak akan mengirim pesan singkat ke pemilik nomor hp ini.
               Itu hanya awalnya, awalnya aku hanya menganggap perempuan manis di depan ku ini hanya sebagai adik kelas saja, tapi lambat laun semenjak aku mengenalnya lebih dekat, aku baru sadar bahwa perempuan cantik pemilik nomor hp ini tidak memiliki sifat cuek seperti yang ku kira.
               Sampai suatu ketika di siang hari itu di bawah terik matahari , aku tidak merasakan sengatan panasnya, iya aku masih ingat betul semua itu karena pesan singkat yang aku terima dari seseorang yang tidak aku duga, siapa lagi?? Yang jelas dari cewek mungil berwajah cantik itu , walau hanya sapaan manis yang ia sampaikan di dalam pesan singkatnya tapi pesan kali ini benar-benar sudah merubah hari-hari ku.
               Setiap saat hp ku selalu ramai dengan pesan singkatnya, aku juga berusaha selalu membalas pesan singkatnya itu karena aku tidak mau membuat perempuan cantik itu mengubah senyuman manisnya itu dengan wajah kusut karena bosan menunggu balasan dariku.
               Bahkan aku sudah merasa bahwa kini hari-hari ku dan pikiranku sudah di penuhi dengan perempuan mungil dan manis ini, aku hanya berharap rutinitas manis ini bisa mengisi sepanjang nafas ku kelak.
               Dan akhirnya sekarang aku bisa menyimpulkan bahwa perasaan ku ini bukan lagi mengagumi sesosok wanita itu tapi aku sudah MENCINTAINYA,,,..!!!

               Guys gimana akhir kisah ini,?? apakah ia bisa mendapatkan cewek mungil dan manis itu??atau bahkan tidak sama sekali?? Tunggu ya,, cerita selanjutnya di blog BLACKBOYS08.BLOGSPOT.COM

Rabu, 06 November 2013

KITA MEMANG BERBEDA




KITA MEMANG BERBEDA
          Aku tidak pernah bosan mendengar alunan suaranya setiap hari disetiap senja pagi “ kenapa kau begitu menyukai lagu sedih dan mendengarkan jazz setiap hari” tanyaku sambil tetap melihatnya bernyanyi.
         “Coba saja dengarkan, kau akan tau alasanku menyukai lagu slow dan jazz”, iya, memang tidak membosankan bila kamu yang menyanyikannya, “oh ya, aku sudah hapal lagu Phill Cholin, you will be in my heart”, katamu bangga “aku menghafalkannya untukmu”. Oh ya coba kau nyanyikan lalu dengan berlahan kau melantunkan lagu Phill Cholin itu, suaranya, improvisasinya, mimik wajahnya benar-benar masih terekam di dalam ingatanku. “bagus kan ?”, aku hanya menjawabnya denga tepuk tangan.
Karenanya favoritku semakin bertambah, senja adalah waktu favoritku, mendengarkan suaranya juga hal yang menjadi favoritku dan taman ini juga menjadi tempat favoritku, tapi taman ini tanpanya terasa aneh dan terasa asing, ya aku tau dia yang membuat taman ini istimewa.
Semua kenangan manis ituselalu membuatku menangis, aku tidak sedih tapi aku bahagia, aku bersyukur bisa menghabiskan banyak waktu dengannya.
2 minggu yang lalu aku melihatnya gelisah dan sepertinya tidak enak badan, rasanya aku ingin memegang tangannya, mengusap air matanya andai bisa akan aku korbankan semuanya agar aku bisa menyentuhnya, tapi apa daya kekuatan besar sudah menahan ku.... kita berbeda.
Hari ini aku sudah menunggunya di taman berharap bisa melihat wajahnya itu, aku berharap pasti dia akan datang, aku akan menunggunya, benar saja kulihat sebuah kendaraan berhenti di depan taman, ya itu Putri, wajahnya sudah cerah tidak semendung 2 minggu yang lalu, siapakah orang yang sudah menghiburmu Put,, ?? mungkin orang yang lain yang lebih sempurna, ada orang yang mengekorimu put,! Itukah orangnya, oh itu Nia, huff aku kira kau sudah berpaling dariku Put!.
Aku melihat Putri mendekati bangku kayu tempat favorit kita berdua, aku mengekorinya dari belakang tapi kedatanganku sama sekali tak mengusiknya, sayup- sayup aku mendengar lagu Phill Cholin itu menari keluar dari mulutnya, tapi disaat itu juga aku melihat butiran jernih keluar dari pelupuk matanya, jangan menangis Put!, lihat aku, aku disampingmu! “lihat lah Nia taman ini sudah sangat berbeda” ucap Putri. “sudahlah Put jangan di ingat- ingat terus, “ “ya sudah ayok kita makam Dika, pasti dia sudah menungguku”
Mendengar percakapan itu air mataku yang sudah tidak berwujud ini beranak sungai mengalir di pipi.
Iya kita memang sudah berbeda Put,,,! tuhan menyertaimu.